FK-KMK UGM. Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menegaskan peran penting larva serangga dalam analisis jenazah membusuk untuk kepentingan forensik. Penelitian yang diketuai oleh dr. Idha Arfianti Wiraagni, M.Sc., Sp.F.M., Subs.P.F(K)., Ph.D ini menunjukkan bahwa identifikasi jenis larva pada tubuh jenazah mampu membantu memperkirakan waktu dan lingkungan kematian secara lebih presisi. Studi ini menganalisis delapan kasus kematian dengan total 334 larva yang ditemukan pada jenazah yang dilaksanakan di RSUP Dr. Sardjito dan RS Bhayangkara POLDA DIY.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chrysomya menjadi jenis larva paling dominan dengan proporsi 63 persen, disusul oleh Sarcophaga, Calliphora, dan Musca. Variasi jenis dan pola kemunculan larva dipengaruhi oleh suhu lingkungan serta lokasi penemuan jenazah. Peneliti juga mengidentifikasi perbedaan karakteristik larva berbulu (hairy) dan tidak berbulu (non-hairy), yang diyakini berkaitan dengan habitat asal jenazah sebelum ditemukan. Temuan ini memberikan petunjuk tambahan dalam merekonstruksi pergerakan dan kondisi jenazah, terutama pada kasus kematian di wilayah perkotaan.
Lebih dari sekadar kajian biologis, penelitian ini memberikan kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan global, khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Data entomologi forensik membantu meningkatkan akurasi estimasi waktu kematian, memberikan gambaran kondisi sosial lingkungan permukiman, dan memperkuat penegakan hukum berbasis bukti ilmiah.
Dr. Idha Arfianti menegaskan bahwa di tengah meningkatnya kasus penemuan jenazah di wilayah urban, entomologi forensik justru menjadi salah satu indikator paling objektif dalam mengurai kronologi kematian. “Serangga dapat ‘berbicara’ ketika bukti lain tidak lagi tersedia. Ini menjadikan analisis larva sebagai alat penting dalam mendukung keadilan dan kepastian hukum,” jelasnya. Melalui riset ini, FK-KMK UGM kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan dan riset unggulan dalam pengembangan ilmu kedokteran forensik dan medikolegal, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam menjawab tantangan kesehatan, sosial, dan hukum di masyarakat. (Kontributor: dr. Idha Arfianti).