FK-KMK UGM. RSUP Dr. Sardjito bersama Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan pencapaian penting di bidang bedah rekonstruksi. Melalui publikasi ilmiah terbaru yang dimuat dalam Jurnal Plastic and Reconstructive Surgery – Global Open edisi November 2025, doi: 10.1097/GOX.0000000000007267, dengan judul artikel “Medial Femoral Condyle Flap as Salvage for Osteomyelitic Clavicle Nonunion”, tim peneliti melaporkan keberhasilan penggunaan cangkok Kondilus Femoralis Medial (Medial Femoral Condyle/MFC) sebagai solusi andal pada kasus kegagalan penyembuhan tulang yang kompleks.
Penelitian yang dipimpin oleh dr. Meirizal, Sp.O.T.Subsp.T.L.B.M(K) serta anggota peneliti dr. Ardicho Irfantian, dr. Agung Susilo Lo serta dr. I Made Dolly, MD ini menyoroti penerapan cangkok MFC pada pasien dengan riwayat rekonstruksi berulang yang gagal, termasuk kondisi nonunion, nekrosis avaskular, serta komplikasi pascaoperasi sebelumnya. Teknik ini terbukti mampu meningkatkan tingkat penyatuan tulang secara signifikan, bahkan pada kasus yang sebelumnya sulit ditangani. Cangkok MFC bekerja dengan menyediakan segmen tulang yang tervaskularisasi, sehingga suplai darah ke area tulang yang bermasalah dapat terjaga dengan baik. Hasil klinis menunjukkan bahwa pasien yang menjalani prosedur ini mengalami penyatuan tulang yang baik serta pemulihan fungsi anggota gerak yang lebih terprediksi.Selain efektif, teknik ini juga unggul dari sisi keamanan.
Lokasi donor cangkok MFC memiliki morbiditas minimal dengan dampak yang sangat kecil terhadap fungsi lutut. Hal ini memungkinkan pasien untuk menjalani proses pemulihan tanpa risiko disabilitas jangka panjang tambahan serta menjadikan prosedur ini lebih nyaman dan berkelanjutan. dr. Meirizal menegaskan bahwa temuan ini membuka peluang baru dalam operasi penyelamatan anggota tubuh. “Cangkok MFC memberikan harapan nyata bagi pasien dengan tantangan rekonstruksi yang kompleks. Teknik ini tidak hanya membantu memulihkan mobilitas, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujarnya.
Dengan keberhasilan klinis yang kuat, cangkok MFC kini diposisikan sebagai opsi penyelamatan efektif yang dapat mencegah tindakan ekstrem seperti amputasi. Inovasi ini memperkuat peran dan kerjasama antara FK-KMK UGM sebagai institusi pendidikan kedokteran serta RSUP Dr. Sardjito sebagai pusat rujukan nasional dalam bedah rekonstruksi dan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan berbasis riset untuk masa depan perawatan pasien yang lebih baik. Penemuan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: dr. Meirizal, Sp.O.T.Subsp.T.L.B.M(K), gambar ilustrasi: www.freepic.com)