Mengenal Potensi Minyak Sacha inchi dalam Regulasi Metabolisme Trigliserida di Hati

FK-KMK UGM. Penelitian yang dilakukan oleh staf Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), yaitu Dr. Dianandha Septiana Rubi, S.Gz., M.Sc., dr. Arta Farmawati, Ph.D., dan Prof. Dr. Dra. Sunarti, M.Kes mengungkap potensi minyak sacha inchi dalam menekan akumulasi trigliserida di hati. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Functional Food Science pada tahun 2026 berjudul“Sacha Inchi Oil Suppresses Hepatic Triglyceride Synthesis through Downregulation of Lipogenic Gene Expression in Rats with High-Fat and High-Fructose Intake”.

Penelitian ini mengkaji potensi minyak sacha inchi yang kaya akan asam lemak tidak jenuh ganda dalam memengaruhi metabolisme lemak hati pada tikus yang diberi pakan tinggi lemak dan fruktosa. Akumulasi trigliserida di hati merupakan salah satu karakteristik penting dalam gangguan metabolisme hati. Oleh karena itu, pemahaman mengenai mekanisme pembentukan trigliserida di organ tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan strategi pencegahan berbagai gangguan metabolik.

Dalam penelitian ini, tikus dibagi menjadi kelompok kontrol normal, kelompok yang diberi pakan tinggi lemak dan fruktosa, serta kelompok yang memperoleh suplementasi minyak sacha inchi dalam tiga dosis berbeda selama delapan minggu. Setelah periode perlakuan berakhir, peneliti mengevaluasi kadar trigliserida hati, gambaran histologi jaringan hati, serta ekspresi sejumlah gen dan protein yang berperan dalam proses sintesis lemak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tikus yang menerima pakan tinggi lemak dan fruktosa memiliki kadar trigliserida hati lebih tinggi dibandingkan kelompok normal. Sebaliknya, kelompok yang memperoleh suplementasi minyak sacha inchi menunjukkan kadar trigliserida hati yang lebih rendah dibandingkan kelompok tanpa suplementasi. Analisis molekuler juga memperlihatkan adanya perubahan ekspresi beberapa gen yang berperan dalam pembentukan asam lemak, seperti Chrebp, Acc1, dan Fas, serta penurunan kadar protein DGAT2 yang terlibat dalam sintesis trigliserida.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa minyak sacha inchi berpotensi memengaruhi metabolisme trigliserida hati melalui modulasi jalur pembentukan trigliserida. Namun demikian, penelitian ini masih dilakukan pada hewan coba sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah hasil serupa dapat diterapkan pada manusia. Studi lebih lanjut juga dibutuhkan untuk memastikan keamanan, efektivitas, serta menentukan dosis yang tepat sebelum minyak sacha inchi dapat direkomendasikan sebagai bagian dari pendekatan berbasis pangan untuk mendukung kesehatan.

Selain memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu biokimia dan nutrisi, penelitian ini juga memiliki relevansi dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kajian mengenai potensi bahan pangan nabati seperti sacha inchi dapat memperkaya pengetahuan tentang diversifikasi sumber pangan dan pemanfaatan sumber daya lokal, sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan, khususnya dalam pengembangan sistem pangan yang beragam dan berkelanjutan. Meskipun demikian, kontribusi tersebut masih bersifat tidak langsung karena penelitian ini belum mengevaluasi aspek ketahanan pangan maupun akses masyarakat terhadap pangan bergizi.

Dari sisi kesehatan, penelitian ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya memperluas pemahaman mengenai metabolisme lipid dan potensi pendekatan berbasis pangan dalam mendukung kesehatan. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa dan peneliti di bidang biokimia, nutrisi, serta pangan fungsional, sehingga sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya eksplorasi ilmiah terhadap bahan pangan nabati sebagai sumber potensial pengembangan pangan fungsional. Dengan dukungan penelitian lanjutan yang lebih komprehensif, kajian mengenai minyak sacha inchi diharapkan dapat memperkuat dasar ilmiah bagi pengembangan inovasi pangan yang mendukung kesehatan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. (Kontributor: Dr. Dianandha Septiana Rubi, S.Gz., M.Sc.)