FK UII Perkuat Budaya Keselamatan Laboratorium melalui Pelatihan K3L Bersama Tim Biosafety FK-KMK UGM

FK-KMK UGM. Pelatihan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) di Laboratorium Riset Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia diselenggarakan kolaborasi dengan Tim Biosafety Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM pada Sabtu, 25 April 2026 di Laboratorium Histologi FK UII. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri atas dosen, kepala laboratorium, serta laboran, sebagai bagian dari upaya penguatan budaya keselamatan di lingkungan laboratorium riset.

Pelatihan dibuka dengan sambutan Dekan FK UII, Dr. dr. Isnatin Miladiyah, M.Kes., yang menekankan pentingnya penerapan standar K3L dalam mendukung aktivitas penelitian yang aman dan berkelanjutan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pre-test selama 10 menit guna mengukur tingkat pemahaman awal peserta terkait prinsip-prinsip keselamatan laboratorium.

Dilanjutkan ke sesi inti, Tim Biosafety FKKMK UGM menyampaikan lima materi utama secara komprehensif dan aplikatif. Materi tersebut meliputi Konsep Dasar K3 Laboratorium Riset, Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko, Chemical Safety dan Material Safety Data Sheet (MSDS), Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta Pengelolaan Limbah Biologis. Penyampaian materi disertai dengan contoh kasus dan diskusi interaktif untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap potensi risiko serta langkah mitigasinya di laboratorium.

Pelatihan ditutup dengan sesi post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta, serta evaluasi kegiatan sebagai bahan perbaikan ke depan. Secara umum, kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia laboratorium, khususnya dalam aspek keselamatan kerja dan pengelolaan limbah.

Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), di antaranya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan keselamatan kerja, SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas tenaga laboratorium, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penerapan standar kerja yang aman, serta SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan limbah laboratorium yang tepat. Selain itu, kerja sama dua institusi pendidikan juga merupakan perwujudan dari SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.( Kontributor: A.A. Putri)