Menjaga Udara Bersih di Sekolah, Menjaga Kesehatan Anak: Peneliti UGM Soroti Paparan PM₂.₅ dan Kualitas Tidur Siswa

FK-KMK UGM. Lingkungan sekolah yang sehat menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan dan kualitas pendidikan anak. Hal ini menjadi fokus penelitian Dr. Annisa Utami Rauf dan Ari Prayogo Pribadi, PhD dari Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berkolaborasi dengan Prof. Isabella Annesi-Maesano dari University Hospital Center Montpellier, University of Ferrara, CNR Institute of Clinical Physiology, Italia serta Mohamed Yassir Errahmani, PhD, dari INSERM, Université de Montpellier, Prancis. Penelitian ini mengkaji kualitas udara ruang kelas dan kaitannya dengan kualitas tidur siswa sekolah dasar di Yogyakarta dan Sleman.

Penelitian berjudul “Indoor Air Quality and Sleep Outcomes Among Schoolchildren: A Cross-Sectional Study in Yogyakarta and Sleman, Indonesia” yang dipublikasikan dalam Aerosol and Air Quality Research (2026) ini melibatkan 184 siswa usia 7–12 tahun dari enam sekolah negeri di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Paparan PM₂.₅ diukur di ruang kelas selama tujuh hari menggunakan PurpleAir Flex, sementara kualitas tidur siswa dinilai melalui kuesioner tervalidasi.

Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata konsentrasi PM₂.₅ di enam lokasi penelitian sebesar 14,31 µg/m³, dengan rentang 11,46 hingga 21,17 µg/m³. Konsentrasi PM₂.₅ cenderung meningkat pada periode pagi hingga siang, sekitar pukul 05.30 hingga 14.00, yang beririsan dengan waktu aktivitas sekolah. Temuan ini menjadi perhatian karena sebagian besar waktu harian anak dihabiskan di lingkungan sekolah, sehingga kualitas udara di ruang kelas menjadi bagian penting dari lingkungan kesehatan anak.

Sementara itu, hasil analisis belum menunjukkan bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa paparan PM₂.₅ di ruang kelas secara langsung menyebabkan kualitas tidur yang buruk. Meski demikian, terdapat kecenderungan yang tetap menarik untuk diperhatikan. Anak dengan kualitas tidur buruk memiliki rata-rata paparan PM₂.₅ sebesar 16,82 µg/m³, lebih tinggi dibandingkan anak dengan kualitas tidur baik, yaitu 13,77 µg/m³. Temuan ini menjadi dasar bagi tim peneliti untuk mengembangkan penelitian selanjutnya dengan cakupan yang lebih luas, termasuk pengukuran biomarker untuk melihat respons biologis tubuh terhadap paparan lingkungan secara lebih mendalam.

Penelitian ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Kualitas udara dan lingkungan sekolah yang sehat merupakan bagian penting dalam mendukung kesehatan, kenyamanan belajar dan tumbuh kembang anak.

Mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih sehat, diperlukan upaya terpadu melalui pemantauan kualitas udara, pengurangan sumber polusi, peningkatan ruang terbuka hijau, serta edukasi mengenai kebiasaan tidur sehat. Penelitian lanjutan dengan pengukuran paparan yang lebih luas juga diperlukan untuk memahami faktor lingkungan dan perilaku yang mempengaruhi kesehatan anak secara lebih menyeluruh. Menciptakan sekolah yang sehat merupakan bagian dari investasi untuk mendukung kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak.