Inovasi AI dari Peneliti Universitas Gadjah Mada: Prediksi Risiko Kematian Pasien Serangan Jantung

FK-KMK UGM. Peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM),  Bayu Fandhi Achmad, S.Kep., Ns., M.Kep., PhD bersama kolaborator internasional dari National Cheng Kung University, Taiwan, antara lain Jun-Neng Roan, M.D., PhD, Chao-Hung Wang, M.D., PhD, Mei-Ling Tsai, M.S., PhD, Shan-Tair Wang, PhD dan  Hsing-Mei Chen, PhD, RN berhasil  mengembangkan model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berbasis machine learning untuk memprediksi risiko kematian pasien serangan jantung akut (Acute Myocardial Infarction/AMI) yang menjalani tindakan primary percutaneous coronary intervention (pPCI) di salah satu rumah sakit rujukan di Indonesia.

Hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal internasional Heart and Lung berjudul“Prediction of in-hospital mortality in patients with acute myocardial infarction following primary percutaneous coronary intervention: A machine learning approach” Tahun 2025. Penelitian ini menganalisis data 1.968 pasien AMI periode 2019–2023. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kematian di rumah sakit masih cukup tinggi, yaitu 17,68%.

Model Random Forest terbukti memiliki performa terbaik dalam memprediksi risiko kematian dengan tingkat akurasi sangat tinggi (AUC 0,976). Model ini memanfaatkan berbagai indikator klinis penting seperti tekanan darah, kondisi syok kardiogenik, fungsi ginjal, serta fungsi jantung. Dengan teknologi ini, tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi pasien berisiko tinggi lebih dini, sehingga penanganan dapat diprioritaskan secara cepat dan tepat.

Temuan ini sangat relevan dengan tantangan sistem kesehatan di Indonesia, seperti keterlambatan akses ke layanan PCI, jarak fasilitas rujukan, serta kesadaran masyarakat terhadap gejala serangan jantung yang masih rendah. Implementasi model AI ini diharapkan dapat membantu menekan angka kematian, meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit, dan mendorong penguatan sistem layanan kardiovaskular nasional. Selain berdampak pada peningkatan keselamatan pasien, inovasi ini juga memperlihatkan peran penting riset dan teknologi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan(SDGs).

Penelitian dan inovasi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi Risiko kematian pasien serangan jantung ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera karena berkontribusi menurunkan angka kematian melalui deteksi risiko dini dan peningkatan kualitas layanan kesehatan, mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan machine learning sebagai inovasi teknologi dalam sistem pelayanan kesehatan, serta sejalan dengan SDG 17: SDG Kemitraan untuk Mencapai Tujuan karena melibatkan kolaborasi peneliti Indonesia dan mitra internasional yang memperkuat kemitraan global dalam pengembangan riset dan solusi Kesehatan (Kontributor: Bayu Fandhi Achmad., S.Kep., Ns., M.Kep., PhD.)